Suatu ketika ada dua telur sedang berdiskusi tentang keinginan mereka bila sudah menetas. Telur pertama berkata, “Aku ingin menjadi tiram bila aku menetas. Seekor tiram hanya mengapung di air dan tidak membuat keputusan atau ketegasan. Gelombang laut akan menyeretnya dan itu tidak perlu direncanakan. Air laut akan membawakannya makanan. Apapun yang disediakan air laut adalah apa yang diterima tiram, tidak lebih dan tidak kurang. Itulah jalan hidup TIRAM, itu mungkin terbatas tapi tak perlu membuat keputusan dan tanggung jawab. Sudah ada kehidupan pasti yang sudah dijamin oleh samudra.”

Telur kedua berkata, “ Itu bukan hidup bagiku. Aku ingin menjadi seekor Elang. Seekor Elang bebas pergi kemana pun ia mau dan berbuat sesukanya. Tentu ia harus bertanggung jawab untuk berburu mencari makanan sendiri dan membuat keputusan penting agar bertahan hidup, tapi ia juga bebas terbang setinggi gunung.” Telur kedua melanjutkan, “Elang bisa mengontrol dirinya sendiri bukannya dikontrol oleh yang lain. Aku tidak ingin ada batas tempat bagiku ataupun menjadi budak lautan. Konsekuensinya, aku ingin mencurahkan segala usaha untuk tetap hidup sebagai seekor ELANG.”

Bagaimanapun Elang harus membayar  atas apa yang ia miliki, dengan kerja keras, berani menanggung resiko dan bertarung untuk bertahan hidup. Karena untuk Kebebasan dan Kesuksesan selalu ada harga yang harus dibayar.

.

Demi masa..
sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.
kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan kebajikan
serta saling menasehati untuk kebenaran
dan saling menasehati untuk kesabaran.
………
AL ASHR 1-3